A+ A A-

 

  • Kategori Induk: Rubrikasi
  • Kategori: Prewedding
  • Ditulis oleh adminsurabayawedding
  • Dilihat: 1701

Eksotika Prewedding di Gunung Bromo

Gunung Bromo merupakan salah satu tempat yang sering menjadi lokasi prewedding photography. Selain lokasinya yang masih berada di dalam negeri sehingga lebih mudah dijangkau, keindahan alamnya sangat memukau.

 

Inipula yang menginspirasi Prewedding Yuangga Dewantara dan Maya Kartika yang dilaksanakan di Gunung Bromo dengan konsep Bridal Casual. Buat kamu yang ingin melakukan foto pre-wedding di sana, berikut  4 hal yang perlu diketahui mengenai foto prewedding di Bromo.

Padang Savana

Spot foto yang paling direkomendasikan adalah Padang Savana atau juga dikenal sebagai Bukit Teletubbies karena bentuknya seperti bukit yang biasa kita lihat di serial TV Teletubbies. Tempatnya sangat indah dan juga hijau sekali sehingga sangat fotogenik untuk difoto. Selain itu ada juga satu tempat yang berada diantara daerah “Pasir Berbisik” dan Pananjakan Satu. Sayangnya, daerah itu belum ada namanya. Tapi cobalah mencari daerah itu yang dikelilingi hutan pinus, di puncak bukit, dan overlooking seluruh area Pasir Berbisik.

Pilih Waktu Ideal 

Cuaca di Bromo sangat unik. Pada pagi hari cuaca sangat dingin, namun beranjak siang hari suasana  menjadi sangat panas. Oleh karena itu, waktu terbaik dan ideal untuk memulai foto prewedding di Bromo adalah pukul 05.00-10.00 ketika udara masih sangat enak dan matahari belum terlalu terik.

Dreses be to be

Udara di Bromo bisa mencapai 13-15 derajat celcius pada pukul 03.00-05.00 pagi. Lalu naik menjadi 19-20 derajat pada siang harinya. Oleh karena itu, bawalah dresses yang bride-to-be inginkan, tapi juga bawalah outer clothes seperti coat yang tahan angin dan juga sarung tangan untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin. Cobalah juga untuk banyak bergerak dan 

Sunrise yang Indah

Overall, Bromo merupakan tempat yang sangat indah untuk tujuan foto prewedding. Keindahan alam Bromo sangatlah menakjubkan sehingga harus dieksplore hingga ke pelosok-pelosoknya. Tidak hanya padang rumput, tetapi Bromo juga diselimuti oleh padang pasir, pepohonan, dan sunrise yang sangat indah. Ibaratnya, sejauh mata memandang, hanya pemandangan indah yang terlihat.

Narasi: Basyir Aidi

Photo By Koko Elok W., M. Wahyu Utomo, dan Tian Base Wienjaya 

You have no rights to post comments