A+ A A-

 

  • Kategori Induk: Rubrikasi
  • Kategori: NEWS
  • Ditulis oleh adminsurabayawedding
  • Dilihat: 46

5 Inspirasi Riasan Pengantin Adat Jawa untuk Pernikahan

1. Model Rias Pengantin Adat Jawa Tradisional Yogya Putri

Model rias pengantin adat jawa tradisional Yogya Putri hingga kini masih digemari calon pengantin. Pengantin ini memiliki ciri khas sanggul yang biasanya ditekuk di bagian rambut. Pengantin ini mengenakan cunduk mentul besar dan juga pelat gunungan sebagai salah satu aksesoris di bagian rambut. Untuk busana putri, umumnya baju yang dikenakan merupakan kain kebaya panjang dengan bahan plitur bermotif kain batik prada. Sedangkan untuk mempelai pria biasanya menggunakan warna putih dengan campuran kain batik pada bagian bawah, sedangkan bagian atas biasanya mengenakan engkon sebagai aksesoris penutup kepala.

2. Model Rias Pengantin Adat Jawa Tradisional Yogya Jangan Menir

Pengantin Yogya Jangan Menir, merupakan rias pengantin adat jawa tradisional yang tidak memakai dodot. Pengantin pria menggunakan selendang bercorak pendhing sebagai sabuk di bagian pinggang dan menggunakan baju pengantin dengan hiasan bahan bordir berdasar bludru, sedangkan untuk penutup kepalanya memakai kuluk kanigara.

3. Model Rias Pengantin Adat Jawa Tradisional Jogja Paes Ageng

Paes ageng merupakan salah satu cara merias pengantin yang mirip dengan gaya solo putrid. Umumnya, bercorak warna hitam. Sang mempelai pengantin wanita memakai atribut tata rias berwarna hitam di bagian dahi dengan warna emas di bagian pinggirnya. Sedangkan bagian rambut pengantin disanggul dengan Gaya Gajah Ngolig atau gaya rambut yang membiarkan menjuntai. Kemudian, dihiasi dengan sumping dan beberapa aksesoris lain.

Ciri khas dari tata rias Paes Ageng Yogyakarta terlihat dari warna hitam yang ada pada dirinya atau sering disebut sebagai PAES. Makna Paes merupakan simbol kecantikan wanita Jawa yang sangat. Paes tersebut dipercaya mampu menjauhkan hal buruk yang mungkin mengancam keselamatan jiwa sang pengantin wanita. Umumnya, riasan warna hitam atau PAES memiliki 4 simbol yang berbeda nama yaitu Penitis, Godeg, Gajahan dan Pengapit. Masing-masing memiliki makna filosofi yang tinggi.

4. Model Rias Pengantin Adat Jawa Tradisional Solo Bahasan

Model rias pengantin adat jawa tradisional Solo Basahan yang menggunakan gaya solo basahan. Umumnya, memakai kemben, kain dodot atau kain kampuh dan juga memakai sampur. Untuk melengkapi, biasanya pengantin wanita menggunakan kain sekar apbrit. Salah satu hal yang paling penting dari tata rias ini adalah Buntalan yang berisi aneka daunan dan bunga bunga wangi.

5. Model Rias Pengantin Adat Jawa Tradisional  Solo Putri

Model rias pengantin adat jawa tradisional Solo Putri, umumnya mempelai wanita menggunakan corak hitam yang pekat Mirip Paes Ageng. Gaya rambut yang dipakai adalah Gaya Ukel Besar mirip bokor mengkureh dengan tambahan aksesoris. Ada pula bunga melati tibo dodo yang sengaja dironce dan ditambah dengan Cunduk Sisir dan Cunduk Mentul di bagian atasnya. Untuk Kebaya, biasanya memakai motif panjang klasik berbahan beludru dengan warna hitam dan Berhias benang emas atau bunga. Untuk kain batik bagian bawah, umumnya menggunakan motif Sido Asih Prada. Untuk pengantin pria, memakai beskap, blangkon dan kain batik Sidoasih di bagian bawahnya. (sir/bbs)