A+ A A-

 

  • Kategori Induk: Rubrikasi
  • Kategori: NEWS
  • Ditulis oleh adminsurabayawedding
  • Dilihat: 150

Puncak Acara dalam Tradisi Pengantin Jawa

 


1. Akad Nikah (Ijab Qobul) 

Peristiwa penting dalam hajatan mantu adalah ijab qobul di mana sepasang calon pengantin bersumpah di hadapan naib yang disaksikan wali, sesepuh dan orang tua kedua belah pihak serta beberapa tamu undangan. Saat akad nikah, ibu dari kedua pihak (menurut adat dulu), tidak memakai subang atau giwang guna memperlihatkan keprihatinan mereka sehubungan dengan peristiwa menikahkan anak.

2. Upacara Panggih

Acara temu pengantin atau mempertemukan pengantin terdiri dari:

* Liron kembar mayang

Saling tukar kembar mayang antar pengantin, bermakna menyatukan cipta, rasa dan karsa untuk mersama-sama mewujudkan kebahagiaan dan keselamatan.

* Gantal

Daun sirih digulung kecil diikat benang putih yang saling dilempar oleh masing-masing pengantin, dengan harapan semoga semua godaan akan hilang terkena lemparan itu.

* Injak telur atau ngidak endhog

Pengantin putra menginjak telur ayam sampai pecah sebagai simbol seksual kedua pengantin sudah pecah pamornya.

* Cuci kaki

Pengantin putri mencuci kaki pengantin putra sebagai tanda bakti istri pada suami dan mencuci dengan air bunga setaman dengan makna semoga benih yang diturunkan bersih dari segala perbuatan yang kotor.

* Minum air degan

Air ini dianggap sebagai lambang air hidup, air suci, air mani (manikem).

* Dikepyok atau ditabur bunga warna warni agar keluarga mereka bahagia.

* Sampai di pelaminan ayah dari pengantin putri duduk dan kemudian memangku kedua pengantin di sisi kanan dan kiri yang juga disebut timbangan. Artinya kedua pengantin mendapat restu. Biasanya ibu pengantin perempuan akan bertanya pada suaminya, berat yang mana. Lalu dijawab sama beratnya oleh si ayah. Artinya orangtua sama-sama menyayangi anak dan menantunya.

* Kacar-kucur

Pengantin putra mengucurkan penghasilan kepada pengantin putri berupa uang receh beserta kelengkapannya. Mengandung arti pengantin pria akan bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarganya.

* Dulangan (saling menyuap)

Dilakukan kedua pengantin yang berarti memadu kasih antar keduanya dan perlambang bersatunya cinta mereka. 

* Sungkeman

Sungkeman adalah ungkapan bakti kepada orang tua, serta mohon doa restu. Caranya, berjongkok dengan sikap seperti orang menyembah, menyentuh lutut orang tua pengantin perempuan, mulai dari pengantin putri diikuti pengantin putra, baru kemudian kepada bapak dan ibu pengantin putra dan inilah puncak prosesi. (sir)